Dirjen PAUD & Dikmas : “Terima kasih kepada Ibu Kiswanti yang telah menggelorakan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat lebak wangi”

Kampung Literasi
18 Sep 2017 -

“Kami atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Kiswanti atas dedikasi dan kesetiaannya dalam menggelorakan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar dalam acara Pencanangan Kampung Literasi di TBM Warabal di Desa Pemagarsari kota Bogor Jawa Barat (18/9/2017). 

Ibu Kiswanti sebagai sosok yang tak mengenal lelah berjuang menumbuhkan budaya literasi masyarakat. Sosoknya patut menjadi teladan dan inspirasi bagi kita semua. Perjuangan Ibu Kiswanti sangat luar biasa. Ia memulai perjuangannya dengan cara berkeliling dari kampung ke kampung menggunakan sepeda. Apa yang dilakukannya semata-mata demi memberi kesempatan kepada masyarakat mengakses sumber bacaan.

Beliau mau melakukan pekerjaan mulia ini dengan penuh keikhlasan. Padahal, pekerjaaan itu sebenarnya adalah tugas kami (pemerintah). Karena itulah sudah selayaknya kita bersyukur, negeri ini dikaruniai sosok hebat semacam Ibu Kiswanti.

“Hari ini, kami  datang ke Warung Baca Lebak Wangi (Warabal), untuk menjadi saksi betapa besarnya komitmen Ibu Kiswanti dan masyarakat Lebak Wangi untuk menumbuh kembangkan budaya literasi melalui Kampung Literasi yang digerakkan bersama-sama Warabal” ujar Harris Iskandar

Kampung Literasi merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperkuat vitalitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Tahun 2017, Kampung Literasi akan diselenggarakan di 42 lembaga di 42 kabupaten kota. Progam ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat melalui bantuan berupa dana untuk mengembangan literasi di tingkat kampung/desa.

Bantuan digunakan untuk peyediaan bahan bacaan, sarana baca, dan kegiatan literasi dengan pendekatan konteks lokal. Di samping itu, masyarakat kampung literasi bukan diposisikan sebagai objek program, melainkan terlibat menjadi bagian program literasi itu sendiri.

Kampung Literasi menjadi tempat penyelenggaraan beragam aksi literasi. Masyarakat di sekitar Kampung Literasi difasilitasi berbagai bahan bacaan yang kontekstual sekaligus dirangsang memfungsionalkan hasil bacaan mereka sehingga bermanfaat dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Kampung Literasi menjadi tempat lahir dan tumbuhnya simpul-simpul pembaca buku yang menguasai literasi abad 21. Literasi bukan semata membaca, menulis, dan berhitung.

Dalam konteks kekinian, literasi memiliki definisi dan makna yang sangat luas. Forum Ekonomi Dunia menegaskan, menghadapi abad 21 setiap individu  harus menguasai 6 kemampuan literasi dasar yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi digital, literasi keuangan, dan literasi budaya dan kewargaan.

Literasi merupakan kebutuhan hidup masyarakat maju. Semakin tinggi budaya literasi suatu bangsa, semakin tinggi peradaban bangsa tersebut. Sejarah membuktikan, pusat-pusat peradaban dunia sejak masa lampau sampai saat ini, berkembang karena ditopang oleh literasi masyarakatnya. (JH)




Pos-pos terakhir

  • RAPBN 2018 Ditjen PAUD & Dikmas Mendapatkan Alokasi Dana Rp.1.805.463.073

    Selengkapnya
  • Pagu Alokasi Anggaran 40 Triliun Kemendikbud Disetujui Komisi X DPR RI

    Selengkapnya
  • Dirjen PAUD dan Dikmas Pantau Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Berbasis Koomputer (UNPK-BK) Gelombang II

    Selengkapnya
  • Waktu Pelaksanaan Ujian Nasional Gelombang II (10-12 Oktober 2017 dan 13-15 Oktober 2017)

    Selengkapnya
  • “CONFINTEA VI Mid-Term Review 2017”, Suwon - KOREA Menguatkan Komitmen Dunia untuk Pendidikan dan Pembelajaran Bagi Orang Dewasa

    Selengkapnya