SIARAN PERS MENDIKBUD - USBN 2018

USBN 2018
10 Jan 2018 -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan format Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.

Mendikbud Muhadjir Effendi mengatakan USBN tahun ini mengalami pengembangan, untuk jenjang SD. dimana 75 - 80 persen soal ujian disiapkan oleh guru mata pelajaran pada satuan pendidikan dan dikonsolidasikan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Sudah cukup lama guru tidak terbiasa membuat alat evaluasi hasil belajar sendiri. Karena itu, pada Februari mendatang, Kemendikbud akan menggelar pelatihan bagi guru-guru level KKG dan MGMP kabupaten/kota untuk menyusun soal-soal ujian sebagai alat evaluasi belajar siswa”, kata Muhadjir pada Siaran Pers di Gedung Kemendikbud, Senayan Jakarta Pusat, Rabu (10/1).

Pada jenjang SD, tahun ini tetap tiga mata pelajaran yang akan diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, llmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika, dengan porsi soal sekitar 90 persen pilihan ganda. dan sekitar 10 persen Esai. Mata pelajaran tersebut kata dia, merupakan mata pelajaran yang sebelumnya diujikan dalam Ujian Sekolah (US). Sedangkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, PPKN, llmu Pemetahuan Sosial (lPS), Seni Budaya dan Keterampilan, Penjaskes dan Olah raga, naskah soal ujian 100 persen disiapkan oleh sekolah.

"Untuk Kesetaraan Program Paket A mata pelajaran yang diujikan dalam USBN adalah Bahasa lndonesia, Matematika, lPA, lPS, dan PPKN dari berbagai mata pelajaran yang dibelajarkan (seperti gambar di bawah). Lima lima mata pelajaran tersebut merupakan yang sebelumnya diujikan dalam US Program Kesetaraan," ujarnya.

Mendikbud menjelaskan, untuk ujian sekolah yang akan diujikan adalah pendidikan Agama, Seni Budaya dan Keterampilan serta Penjaskes dan Olah Raga. Selanjutnya, untuk jenjang SMP, SMA, SMK, dan Pendidikan Luar Biasa, serta Pendidikan Kesetaraan (Paket A/Ula, Paket B/Wustha, dan Paket C/Ulya) seluruh mata pelajaran akan diujikan dalam USBN, dan tidak ada lagi pelaksanaan ujian sekolah.

Mendikbud menambahkan USBN jenjang SD di tahun 2018 hanya mengujikan tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika. Sebanyak 90 persen soal akan berjenis pilihan ganda, dan 10 persen berbentuk esai.

Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Muhadjir mengatakan 100 persen soal ujian disiapkan oleh sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional.

"Pendidikan Kesetaraan Program Paket A atau Ula. Paket B atau Wustha, dan Paket C atau Ulya 75 -80 persen soal ujian disiapkan oleh Tutor dan dikonsolidasikan dengan Forum Tutor, dan 20 -25 pesen soal disiapkan oleh pusat sebagai soal jangkar (Anchor)," pungkas Mendikbud Muhadjir.

Sementara Peserta UN Pendidikan kesetaraan (PAKET B dan C) sampai saat ini berjumlah 110.693 untuk Paket B yang terdaftar di Dapodikmas dan 224.885 peserta paket C yang terdaftar di Dapodikmas.

Mata Pelajaran USBN

(MRF)




Pos-pos terakhir

  • SIARAN PERS MENDIKBUD - USBN 2018

    Selengkapnya
  • DitBindiktara Terbaik Dalam Pengelolaan SAKIP di Lingkungan Kemendikbud 2016

    Selengkapnya
  • Validasi Model Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Regional II digelar di Makassar 13-15 Desember 2017

    Selengkapnya
  • “Outcome" Menjadi Tantangan Utama dalam Pengembangan Model PAUD & Dikmas

    Selengkapnya
  • SK PIP Pendidikan Kesetaraan Tahun 2017

    Selengkapnya