DitBindiktara Terbaik Dalam Pengelolaan SAKIP di Lingkungan Kemendikbud 2016

Penyusunan LAKIP Akhir Tahun 2017
22 Dec 2017 -

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (DitBindiktara) menempati urutan pertama dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2016 dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Hasil tersebut boleh dibilang luar biasa karena dibandingkan dengan lebih dari 100 satker pusat di lingkungan Kemendikbud di seluruh Indonesia. Demikian disampaikan oleh David Sirait Kasubbag II Bagian Pembinaan Akuntabilitas Kinerja Biro Keuangan Sekjen Kemendikbud dalam acara penyusunan LAKIP Akhir Tahun Direktorat Bindiktara yang diselenggarakan tanggal 19-21 Desember 2017 di Serang, Banten.

Selanjutnya David menjelaskan bahwa LAKIP merupakan bagian dari Sistem Akuntabilitas Kinerja (SAKIP), ada 5 point yang dinilai dalam SAKIP yaitu 1. Rencana Kinerja yang terdiri dari Rencana Strategis & Rencana Kinerja Tahunan (30%), 2. Pengukuran Kinerja (25%), 3. Laporan Kinerja (15%), 4. Evaluasi Kinerja (10%) dan 5. Capaian Sasaran/Kinerja Organisasi (20%).

Pada kesempatan yang sama Direktur Bindiktara, Dr. Abdul Kahar, M.Pd mengarahkan pentingnya pengelolaan SAKIP termasuk didalamnya penertiban laporan Kinerja (LAKIP) terkait dengan kesesuaian target dan capaian kinerja program dan anggaran direktorat, dalam sambutannya direktur menegaskan bahwa setiap subdit harus memiliki target persentase pencapaian program lebih baik  pada tahun depan. Target persentase capaian kepala sub direktorat harus lebih tinggi dari direktur, begitu juga persentase capaian kepala seksi harus lebih besar dari capaian kepala sub direktorat, selanjutnya persentase capaian staf harus lebih besar dari kepala seksi.

Beliau juga berpesan agar tahun 2018 Direktorat Pembinaan Pendidikan Kaksaraan dan Kesetaraan bisa mencapai dan bahkan bisa melebihi jumlah target sasaran yang tertera dalam Renstra, walapaun dengan dana APBN yang terbatas. Kerjasama kemitraan dengan instansi terkait dan instansi yang relevan mutlak diperlukan, "Selain meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kab/Kota, kita juga harus bisa memanfaatkan dan bekerjasama dengan lembaga lain yang relevan seperti perusahaan swasta dan BUMN yang memiliki program CSR", ujarnya.

Hal senada diungkapkan juga oleh  Kasubdit Program dan Evaluasi Dit Bindiktara, Dr. Cecep Suryana, MM, bahwa  "tugas kita cukup berat karena untuk mencapai target kinerja tahun 2018 tidak mungkin cukup dari sumber APBN yang jumlahnya menurun dibanding tahun sebelumnya. Kita harus membangun strategi kolaborasi dana dengan APBD, satuan pendidikan, masyarakat termasuk dunia usaha/industri yang punya kepedulian terhadap pendidikan", ujarnya.

Genderang perang telah dibunyikan, setiap satker harus membenahi dirinya untuk melakukan yang terbaik dan lebih baik di tahun 2018 terkait dengan pengelolaan SAKIP dengan berbagai komponennya yang telah dijelaskan di atas. Poin penting yang diperoleh dari kegiatan penyusunan LAKIP akhir tahun ini adalah lebih meningkatnya kesadaran semua pejabat dan staf Direktorat Bindiktara mulai dari penertiban capaian sasaran kerja pegawai (SKP) sampai dengan capaian kinerja Direktorat. (CS, JH)




Pos-pos terakhir

  • Penetapan Peserta Residensi 2018

    Selengkapnya
  • Warga Binaan dan Mantan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Salemba Kelas II A Di Jakarta Ikut UNBK Pendidikan Kesetaraan Paket C

    Selengkapnya
  • Selamat Menempuh Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Tahun 2018, Prestasi Penting Jujur yang Utama

    Selengkapnya
  • Geliat Kampung Literasi Pinggir Sungai Kahayan - Kota Palangkaraya

    Selengkapnya
  • Kemendikbud Memberikan Kesempatan Bagi Para Lulusan Pendidikan Kesetaraan Program Paket C/Ulya Tahun 2018 Mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

    Selengkapnya