“Outcome" Menjadi Tantangan Utama dalam Pengembangan Model PAUD & Dikmas

VALIDASI PENGEMBANGAN MODEL
07 Dec 2017 -

“Model pembelajaran dan atau pengelolaan manajemen kelembagaan adalah simplikasi dari cara mengatasi masalah agar pengelolaan pendidikan dan pembelajaran PAUD dan Pendidikan masyarakat bisa lebih efektif. Model yang baik adalah model yang tervalidasi dan bisa diterapkan di masyarakat”. Demikian disampaikan oleh Sesditjen PAUD dan Dikmas, Dr. Wartanto, MM dalam kegiatan Validasi Hasil Pengembangan Model Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan yang diikuti oleh para pamong belajar dan pejabat struktural dari 15 UPT PAUD Dikmas (Pusat Pengembangan dan Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas) dari wilayah barat yang meliputi seluruh provinsi di Jawa dan Sumatera serta Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Hal senada ditegaskan juga oleh Direktur Pembinaan Pendidikan dan Keaksaraan dan Kesetaraan, Dr. Abdu Kahar, M.Pd bahwa model bukan hanya untuk memenuhi kewajiban (tusi) pamong belajar agar mendapat nilai KUM. Model harus menjawab kebutuhan atau tantangan permasalahan yang terjadi terkait dengan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Masih banyak permasalahan yang terkait dengan pengelolaan kelembagaan dan pembelajaran Keaksaraan dan Kesetaraan. Meskipunn demikian pengembangan model yang telah dilakukan oleh para pamong belajar selama ini belum seluruhnya sesuai harapan. Model yang dikembangkan hanya didasarkan pada hasil pengamatan pamong bukan dari hasil studi eksplorasi.

Tantangan saat ini dan yang akan datang adalah bagaimana mengembangkan model yang benar-benar didasarkan atas permasalahan di lapangan, sehingga model yang dikembangkan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian model yang telah disusun bukan hanya harus tervalidasi (output), tetapi juga harus layak diterapkan di masyarakat (outcome). Bahkan dalam jangka panjang harus diukur kemanfaatannya atau dampaknya bagi masyarakat (Impact).

Hal lain yang juga penting adalah bahwa model yang dikembangkan harus sesuai dengan kebijakan dan program yang dikembangkan di direktorat terkait, karena yang akan menggunakan model ini adalah tutor atau pengelola di satuan pendidikan yang dibina oleh direktorat. Tema esensial yang menjadi prioritas  pengembangan model pendidikan keaksaraan dan kesetaraan adalah; (1) Program Keaksaraan Lanjutan yang meliputi KUM yang lebih variatif dan program Multikeaksaraan di luar calistung, karena ada 6 literasi dasar abad 21; (2) Pengelolaan kelembagaan SPNF terutama SKB dan PKBM dalam melaksanakan NSPK mulai dari pengelolaan DAPODIK, pengelolaan UNBK, pembelajaran berbasis TIK, Placement Test, Akreditasi; (3) Pembelajaran kesetaraan antara lain perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berbasis kurikulum 2013, placemen test, pengembangan sistem dan perangkat penialian hasil belajar, dsb.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan model pengelolaan/manajemen kelembagaan atau pembelajaran  adalah sebagai berikut :

  • Prosedur pengembangan model adalah “Reseach & Development (RD)”
  • Konten dibatasi pada pengelolaan pendidikan dan pembelajaran Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
  • Produk akhirnya adalah model perubahan untuk pemecahan masalah
  • Indikator dari proses pengembangan, bahan/komponen yang diperlukan harus lebih terukur

Validasi pengembangan model merupakan saringan akhir untuk menilai kelayakan model agar model yang dikembangkan dan dinilai layak bisa dibakukan, sehingga syah atau legal untuk diterapkan di masyarakat. (cs)

 




Pos-pos terakhir

  • Penetapan Peserta Residensi 2018

    Selengkapnya
  • Warga Binaan dan Mantan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Salemba Kelas II A Di Jakarta Ikut UNBK Pendidikan Kesetaraan Paket C

    Selengkapnya
  • Selamat Menempuh Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Tahun 2018, Prestasi Penting Jujur yang Utama

    Selengkapnya
  • Geliat Kampung Literasi Pinggir Sungai Kahayan - Kota Palangkaraya

    Selengkapnya
  • Kemendikbud Memberikan Kesempatan Bagi Para Lulusan Pendidikan Kesetaraan Program Paket C/Ulya Tahun 2018 Mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

    Selengkapnya