SKB Kota Sukabumi : Mendulang Prestasi Menguatkan Jatidiri

Oleh: Cecep Suryana
29 Nov 2017 -

“Tidak ada bedanya SMA dengan SKB, tidak ada bedanya SMP dengan SKB. Jadi bagi teman-teman, adik-adik yang tidak bisa masuk sekolah, masuklah ke SKB”.   Kata-kata tersebut disampaikan Wakil Walikota Subakabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag, M.MPd, pada acara Gebyar SKB (Lomba kreatifitas dan seni) yang diselenggarakan oleh SKB Kota Sukabumi berkolaborasi dengan Pemda Kota Sukabumi, para pegiat seni dan berbagai pihak terkait.

Sejatinya itulah jatidiri SKB sebagai satuan pendidikan nonformal, selain memberikan bekal kecakapan akademik yang dapat bersaing dengan anak sekolah, peserta didik nonformal juga sangat potensial untuk diberikan bekal keterampilan yang berfungsi di masyarakat dan dunia kerja (fungsional) serta memiliki sikap dan kepribadian (karakter) yang mampu menguatkan dan meningkatkan sistem nilai/norma yang berlaku dalam bermasyarakat dan bernegara. Kedua tujuan PNF tersebut sudah dibuktikan oleh SKB Kota Sukabumi. Secara akademik SKB Kota Sukabumi telah mampu menjawab harapan remaja dan orang dewasa pinggiran kota untuk dapat mengikuti pendidikan sampai tingkat SMP dan SMA seperti orang kota lainnya. Tidak kurang dari 335 peserta didik dari kelompok masyarakat marginal kota telah megikuti program Kelompok Bermain (PAUD), paket A, paket B, dan paket C.

Hal tersebut tidak terlepas dari kegigihan Kepala dan para pengelola SKB untuk memperoleh dukungan dan bahkan bantuan pendanaan dari Pemerintah Kota Sukabumi serta unsur masyarakat lain yang peduli pendidikan. Predikat akreditasi A telah dicapainya utuk sataun/program PAUD, Begitu juga akreditasi untuk program Paket B dan Paket C sedang proses akreditasi, sehingga diharapkan dapat menyelenggarakan ujian nasional baik untuk peserta didiknya maupun untuk peserta didik dari satuan PNF lain yag belum terakreditasi. Berbagai prestasi telah dicapai oleh Pamong belajar/Tutor dan peserta didik SKB antara lain; (1) Juara Lomba Karya Nyata Pamong Belajar/Tutor Tingkat Jawa Barat tahun 2013, 2015, 2016 dan 2017; (2) Juara Lomba MTQ tingkat Kecamatan tahun 2017; dan (3) Beasiswa Kuliah (Univ Trisakti) an Alfaz Fairuz angkatan 2016/2017.

Nilai plus yang sangat kontras dari layanan pendidikan di SKB Kota Sukabumi adalah  bahwa mereka mampu mengembangkan sisi lain dari pendidikan nonformal dalam bentuk pengembangan keterampilan peminatan dan pengembangan karakter. Hal ini sangat sesuai dengan ruh pendidikan nonformal untuk memberikan keterampilan fungsional dan sikap kepribadian profesiional disamping pembekalan kompetensi akademik. Kegiatan peminatan yang sudah dikembangkan antara lain; (1) Keterampilan kerja untuk mata pencaharian seperti; Tata kecantikan rambut, menjahit/busana, aplikasi perkantoran (komputer); (2) Ekstra /Kokurikuler; pramuka, Drum Band, olahraga; (3) Seni budaya lokal/unik seperti batik “Langka” (Lukisan angka), Wayang sukuraga, broadcasting, dan pembuatan film pendek.

Pembekalan kompetensi keterampilan kerja sangat diminati peserta didik karena disamping menarik, simple dan juga memberikan kepastian peluang untuk menjadi mata pencaharian atau berwirausaha, karena SKB Kota Sukabumi memiliki TUK khususnya untuk bidang menjahit/busana, Tata Kecantikan (Rambut, Kulit), Rias pengantin. Kegiatan ekstrakurikuler telah memberikan kebanggaan dan jiwa korsa bagi peserta didik dan para pendidik karena mampu bersaing dengan sekolah formal bahkan menjadi juara lomba, sehingga mereka memiliki percaya diri yang tinggi sebagai satuan pendidikan yang berprestasi.

Lebih unik lagi keseriusan seluruh pengelola SKB dalam penguatan pendidikan karakter (PPK) peserta didik melalui kegiatan seni budaya patut diacungkan jempol. SKB Sukabumi berhasil menarik perhatian pemerintah Kota  Sukabumi. Tidak kurang Walikota dan Wakil Walikota, Kepala Dinas Pendidikan berserta seluruh jajarannya mengagumi pengembangan pendidikan karakter tersebut yang sejatinya merupakan “program prioritas Kemendikbud”. Untuk mengefektifkan kegiatan PPK tersebut SKB Kota Sukabumi menggandeng para seniman lokal yang kreatif  dan para sineas asli Sukabumi yang sudah lama berkiprah lama di dunia film nasional.

Hasilnya cukup mencengangkan. Para pamong belajar/tutor, peserta didik dan para pegiat seni Sukabumi mampu mengembangkan produk batik berbentuk lukisan angka (Batik LANGKA) dengan bantuan software Correlldraw yang dapat dioperasikan secara sederhana melalui Handphone. Selain itu peserta didik secara bertahap mampu melakukan internaslisasi sistem nilai budaya sunda melalui pelatihan keterampilan gamelan khas sunda (karawitan, celempung) dan tarian upacara adat. Lebih mencengangkan lagi Tutor dan peserta didik bisa dicetak menjadi aktor dan aktris “semi professional” yang diwujudkan dalam bentuk film pendek yang bermutu. Beberapa judul film pendek yang sudah dibuat para sineas dengan melibatkan peserta didik antara lain: “Runtah” (sampah), “Ibuku Sungai”, “Tanah Airku” dan “Sepatuku”. Yang mereka lakukan tentunya  bukan hal yang bisa-biasa saja, tapi suatu keserusan untuk membangun pendidikan nonformal yang berkualitas dan bermartabat. (Cs)




Pos-pos terakhir

  • Penetapan Peserta Residensi 2018

    Selengkapnya
  • Warga Binaan dan Mantan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Salemba Kelas II A Di Jakarta Ikut UNBK Pendidikan Kesetaraan Paket C

    Selengkapnya
  • Selamat Menempuh Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Tahun 2018, Prestasi Penting Jujur yang Utama

    Selengkapnya
  • Geliat Kampung Literasi Pinggir Sungai Kahayan - Kota Palangkaraya

    Selengkapnya
  • Kemendikbud Memberikan Kesempatan Bagi Para Lulusan Pendidikan Kesetaraan Program Paket C/Ulya Tahun 2018 Mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

    Selengkapnya