RAPBN 2018 Ditjen PAUD & Dikmas Mendapatkan Alokasi Dana Rp.1.805.463.073

19 Oct 2017 -

Jakarta, PAUD dan Dikmas. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), mendapatkan anggaran sebesar Rp.1.805.463.073 dari total alokasi anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebesar Rp.40,092 triliun. Pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018 yang disetujui Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR-RI).

Selain program PAUD dan Dikmas, Kemdikbud juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp.22.574.237.959 untuk program pendidikan dasar dan menengah. Program pelestarian budaya sebesar Rp.1.829.626.560, dan program penelitian dan pengembangan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp.1.154.945.174. Sedangkan untuk memberikan dukungan kepada manajemen dan melaksanakan tugas teknis lain, alokasi anggaran direncanakan sebesar Rp.1.768.057.003; serta untuk melaksanakan program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur di lingkungan Kemendikbud, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.192.188.790. Pada rapat yang dihadiri Harris Iskandar selaku Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, serta Pejabat Eselon I dan II Kemdikbud.

Meyebutkan bahwa perhatian pemerintah pada pendidikan anak usia dini (PAUD), ditunjukkan dengan upaya peningkatan kerja sama dengan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Terkait pemanfaatan dana desa untuk mendukung penyelenggaraan PAUD di desa-desa. Serta perbaikan pada mekanisme bantuan operasional dan pengembangan model PAUD juga menjadi prioritas Kemendikbud di tahun 2018.

Alokasi anggaran fungsi pendidikan di dalam RAPBN 2018 sebesar Rp.440,9 triliun, dengan alokasi sebesar Rp.146,6 triliun (33 persen) yang disalurkan melalui program pemerintah pusat yang dikelola 20 kementerian/lembaga. Sebanyak 63 persen ditransfer ke daerah dengan rincian Rp.153,1 triliun untuk dana alokasi umum (DAU), Rp.9,1 triliun untuk DAK Fisik. Alokasi anggaran untuk bantuan operasional sekolah (BOS) di tahun 2018 dialokasikan sebesar Rp.46,7 triliun, sedangkan untuk tunjangan profesi guru dialokasikan sebesar Rp.53,9 triliun.

Tiga kementerian pengelola anggaran fungsi pendidikan terbesar adalah Kementerian Agama di posisi pertama dengan alokasi sebesar Rp. 52,7 triliun, dan di posisi kedua dalah Kemenristekdikti dengan alokasi sebesar Rp.40,4 triliun. RAPBN 2018 akan segera disahkan menjadi APBN 2018 melalui sidang paripurna yang dijadawalkan pada akhir bulan Oktober 2017 mendatang. (Tim Warta/MHF/KS/ sumber : Kemdikbud) - Indah




Pos-pos terakhir

  • TBM Kreatif - Rekreatif Tahun 2018

    Selengkapnya
  • Selamat hari raya Idul Fitri 1439H

    Selengkapnya
  • Penetapan Peserta Residensi 2018

    Selengkapnya
  • Warga Binaan dan Mantan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Salemba Kelas II A Di Jakarta Ikut UNBK Pendidikan Kesetaraan Paket C

    Selengkapnya
  • Selamat Menempuh Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Tahun 2018, Prestasi Penting Jujur yang Utama

    Selengkapnya