Pendidikan Keaksaraan

Pendidikan Keaksaraan

1. Pendidikan Keaksaraan Dasar (KD)

a. Pengertian:
Pendidikan keaksaraan dasar adalah layanan pendidikan pada warga masyarakat buta aksara latin usia 15-59 tahun agar memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, berbahasa Indonesia, dan menganalisa sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri.
Terdiri dari:
• Keaksaraan Dasar daerah terpadat buta aksara
Pendidikan keaksaraan dasar pada daerah terpadat adalah layanan pendidikan pada warga masyarakat buta aksara latin agar memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, Berbahasa Indonesia, dan menganalisa sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri pada kabupaten/kota berpenduduk buta aksara minimal 30.000 orang.
• Keaksaraan Dasar daerah 3T, Papua, dan Papua Barat
Pendidikan keaksaraan dasar pada Daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T), Papua dan Papua Barat adalah layanan pendidikan pada warga masyarakat buta aksara latin agar memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, Berbahasa Indonesia, dan menganalisa sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri pada Daerah 3T, Papua dan Papua Barat.
• Keaksaraan Dasar Komunitas Adat Terpencil (KAT)
Pendidikan keaksaraan dasar Komunitas Adat Terpencil/Khusus adalah layanan pendidikan pada warga masyarakat buta aksara latin agar memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, Berbahasa Indonesia, dan menganalisa sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri pada komunitas adat terpencil/khusus.

b. Tujuan
• Memberikan layanan kepada penduduk buta aksara usia 15-59 tahun, prioritas usia 45 tahun ke atas untuk memperoleh pendidikan keaksaraan dasar agar memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, Berbahasa Indonesia, dan menganalisa sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri sesuai dengan standar kompetensi lulusan pendidikan keaksaraan dasar.
• Memperluas akses penyelenggaraan pendidikan keaksaraan dasar bagi orang dewasa.
• Memberikan peluang kepada satuan pendidikan nonformal, formal, yayasan, dan organisasi lainnya untuk menyelenggarakan program pendidikan keaksaraan dasar.

c. Sasaran
Peserta didik pendidikan keaksaraan dasar untuk pemberantasan buta aksara adalah warga belajar usia 15-59 tahun, dengan kriteria:
1) belum bisa membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara fungsional;
2) Drop Out SD kelas 1, 2, 3.

d. Karakteristik/kekhasan program
• Dari segi sasaran peserta didik; Sasarannya adalah orang dewasa yang kaya dengan pengalaman, memiliki konsep diri, motivasi, serta tujuan.
• Dari segi tutor, harus mampu menempatkan diri sebagai: fasilitator, tutorial, teman sebaya, supervisor, dan motivator.
• Dari segi program: partisipatif, berpusat pada peserta didik, learning by doing, kemanfaatan, dan asah asih asuh / tutor sebaya, dan sharing.
• Dari proses pembelajaran: Waktu (fleksibel), kondisi dinamis, proses dialogis, dan membangun kebersamaan.
• Kurikulum/SKL; lamanya pembelajaran 114 jam.

2. Pendidikan Keaksaraan Lanjutan

Pendidikan Keaksaraan Lanjutan terdiri dari atas :
1). Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri
2). Pendidikan Multikeaksaraan

a. Pengertian
1) Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri
Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri merupakan layanan pendidikan keaksaraan yang menekankan peningkatan keberaksaraan dan pengenalan kemampuan berusaha
2) Pendidikan Multikeaksaraan
Pendidikan Multikeaksaraan merupakan layanan pendidikan keaksaraan yang menekankan peningkatan keragaman keberaksaraan dalam segala aspek kehidupan. Tema multikeaksaraan meliputi (a) profesi, keahlian, dan pekerjaan; (b) pengembangan seni dan budaya; (c) sosial, politik, dan kebangsaan; (d) kesehatan dan olahraga; dan (e) ilmu pengetahuan dan teknologi.

b. Tujuan:
1) Pendidikan keaksaraan usaha mandiri bertujuan untuk:
a) Memelihara dan mengembangkan keberaksaraan peserta didik yang telah mengikuti dan/atau mencapai kompetensi keaksaraan dasar.
b) Mengenalkan peserta didik pada kemampuan berusaha mandiri
c) Meningkatkan keberdayaan peserta didik melalui peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan berusaha secara mandiri.

2) Pendidikan Multikeaksaraan bertujuan untuk:
a) Memelihara dan mengembangkan keberaksaraan peserta didik yang telah mengikuti dan/atau mencapai kompetensi keaksaraan dasar.
b) Meningkatkan keterampilan profesi, pekerjaan atau kemahiran yang dimiliki dan diminati peserta didik.
c) Meningkatkan keberdayaan peserta didik melalui peningkatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diarahkan sesuai dengan minat peserta didik tentang wawasan keilmuan dan teknologi, kesehatan dan olahraga, seni, budaya, atau politik dan kebangsaan, serta pekerjaan atau profesi.

c. Sasaran Pendidikan Keaksaraan Lanjutan:
Sasaran pendidikan keaksaraan lanjutan (KUM dan Multikeaksaraan) adalah Penduduk berusia 15-59 tahun dengan kriteria:
• Lulus pendidikan keaksaraan dasar, ditandai dengan kepemilikan SUKMA;
• Memiliki kesiapan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran pendidikan keaksaraan lanjutan (KUM ataupun Multikeaksaraan).

d. Karakteristik/kekhasan program
• Dari segi sasaran peserta didik; Sasarannya adalah orang dewasa yang kaya dengan pengalaman, memiliki konsep diri, motivasi, serta tujuan yang jelas yakni: untuk memelihara dan mengembangkan keberaksaraannya yang telah diperoleh pada program pendidikan keaksaraan dasar yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
• Dari segi tutor, harus mampu menempatkan diri sebagai: fasilitator, tutorial, teman sebaya, supervisor, dan motivator.
• Dari segi program: partisipatif, berpusat pada peserta didik, learning by doing, kemanfaatan, dan asah asih asuh / tutor sebaya, dan sharing.
• Dari proses pembelajaran: Waktu (fleksibel), kondisi dinamis, proses dialogis, dan membangun kebersamaan.
• Kurikulum/SKL; lamanya pembelajaran 86 jam.

3. Kampung Literasi

a. Pengertian
Kampung literasi adalah suatu kawasan yang menyelenggarakan berbagai macam kegiatan untuk meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat, mewujudkan masyarakat yang memiliki 6 komponen literasi, yaitu: literasi baca tulis, literasi numerasi/berhitung, literasi sains, literasi digital/teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan/ finansial, dan literasi budaya dan kewargaan. Serta membentuk masyarakat pembelajar sepanjang hayat.


b. Tujuan
Untuk memberikan layanan pengetahuan, informasi dan keterampilan kepada masyarakat sehingga memiliki kecakapan dan wawasan yang luas serta keterampilan yang memadai.
Secara khusus, penyelenggaraan kampong literasi untuk:
• Menyediakan layanan informasi dan pengetahuan di jalur pendidikan nonformal kepada masyarakat. Layanan tersebut berupa buku dan non buku yang disediakan di TBM, pojok baca atau sejenisnya, serta dilengkapi dengan teknologi informasi.
• Mengembangkan minimal dua dari enam komponen literasi, yaitu : literasi baca tulis, literasi numerasi/berhitung, literasi sains, literasi digital/teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan/ finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.
• Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat sehingga memiliki kualitas hidup yang baik.


c. Sasaran
1) Masyarakat yang masih berkeaksaraan rendah
2) masyarakat yang sedang menempuh program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
3) Masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan literasinya.
4) Warga belajar sedang mendalami keterampilan sesuai dengan kegiatan yang tersedia dalam program kampong literasi (KL)
d. Karakteristik/Kekhasan Program
Prinsip dasar dalam pembentukan kampung literasi adalah: “dari, oleh, dan untuk masyarakat” yang berarti
1) kampung literasi dibentuk untuk memberikan berbagai layanan yang didasarkan atas prakaras berbagai pihak, yakni lembaga, organisasi kemasyarakatan setempat.
2) program dan kegiatan yang diselenggarakan di kampong literasi dilaksanakan oleh berbagai unsur, yakni lembaga, organisasi masyarakat, pemerintah dan tokoh masyarakat setempat.
3) semua program dan kegiatan yang diselenggarakan pada dasarnya untuk kepentingan masyarakat setempat dalam membangun lingkungan dan mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Pos-pos terakhir

  • RAPBN 2018 Ditjen PAUD & Dikmas Mendapatkan Alokasi Dana Rp.1.805.463.073

    Selengkapnya
  • Pagu Alokasi Anggaran 40 Triliun Kemendikbud Disetujui Komisi X DPR RI

    Selengkapnya
  • Dirjen PAUD dan Dikmas Pantau Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Berbasis Koomputer (UNPK-BK) Gelombang II

    Selengkapnya
  • Waktu Pelaksanaan Ujian Nasional Gelombang II (10-12 Oktober 2017 dan 13-15 Oktober 2017)

    Selengkapnya
  • “CONFINTEA VI Mid-Term Review 2017”, Suwon - KOREA Menguatkan Komitmen Dunia untuk Pendidikan dan Pembelajaran Bagi Orang Dewasa

    Selengkapnya